Mencintai Lingkungan pada Earth Hour 2015

Tanggal 28 Maret sudah umum diperingati dunia sebagai hari pelaksanaan Earth Hour, yakni kegiatan mematikan lampu dan alat-alat elektronik selama satu jam sebagai bentuk cinta kita pada bumi. Dalam rangka meningkatkan kecintaan pada bumi, maka pada 28 Maret 2015, sebagai rangkaian peringatan Earth Hour, Sie. Lingkungan Hidup Paroki Keluarga Kudus Rawamangun mengadakan sejumlah acara yang berwujud kepedulian kepada bumi.

Acara dimulai dengan fun walk yang diadakan pada pukul 06.00 pagi dengan titik start di depan Aula Betlehem, Gereja Keluarga Kudus Rawamangun. Acara dibuka dengan doa oleh Romo Tarno yang juga turut serta mengikuti kegiatan ini. Selanjutnya panitia mengumumkan rute yang akan ditempuh yakni dari gereja menuju perempatan RS Persahabatan dan kembali lagi ke gereja. Para peserta yang berjumlah lebih dari 250 orang pun akhirnya memulai perjalanan mereka bersama Romo Tarno dan Romo Rinata.

Rute fun walk berhasil ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Sekembalinya para peserta ke depan Aula Betlehem, mereka diberi waktu istirahat sebentar sebelum acara dilanjutkan dengan senam bersama. Senam yang dipimpin oleh beberapa anggota Sie. Lingkungan Hidup ini disambut antusias oleh para peserta hingga diulang lagi.

Setelah senam irama, seluruh peserta dipersilakan menikmati snack dan beristirahat sejenak. Namun, rangkaian acara belum selesai. Sesudah waktu istirahat tersebut, ada dua kegiatan yang bisa dilakukan oleh peserta, yakni kerja bakti membersihkan gereja atau mengikuti sosialisasi pembuatan biopori yang disampaikan oleh Pak Widyatmaka.

Biopori merupakan lubang yang dibuat di dalam tanah untuk menyimpan sampah organik. Sampah dalam biopori itu nantinya akan menjadi kompos yang dapat diambil dan diisi lagi setiap tiga bulan sekali. Selain itu, biopori juga dapat berfungsi sebagai tempat resapan air. Cara pembuatannya pun mudah, hanya perlu melubangi tanah dengan alat yang dapat dipinjam di gereja selama tiga hari dengan kedalaman sedalam alat tersebut lalu memasukkan sampah-sampah organik ke dalam lubang tersebut. Pada kesempatan ini, para peserta dapat langsung mencoba membuat lubang biopori.

Akhirnya, setelah kedua kegiatan tersebut selesai, acara pagi itu diakhiri dengan pengumuman peserta terbaik dalam fun walk serta penyerahan hadiah dan makan bersama.

@marchelsa